Sunday, February 12

Pattae’ Antara Etnis Tunggal dan Sub Etnis

Mencari eksistensi suatu etnis atau suku di beberapa daerah memang sangat sulit ditemukan karena harus memenuhi berbagai syarat apakah etnis merupakan etnis yang asli ataukah hanya sebagai sub etnis dari etnis sebelumnya atau etnis tunggal. Untuk menentukan suatu etnis atau suku, tentunya harus memiliki perbedaan mencolok dengan etnis atau suku lain dengan mencirikan khas kelompok atau etnis tertentus eperti perbedaan budaya, bahasa, agama dan prilaku dan juga cirri-ciri biologisnya. 


Bayank etnis yang ada di beberapa pulau di Indonesia memiliki tidak hanya memiliki perbedaan tetapi juga memiliki banyak kesamaan, baik secara budaya seperti adat istiadat, ritual-ritual keagamaan, benda pusaka, alat-alat petanian yang di pakai untuk bertahan hidup dan sebagainya. Adanya juga kesamaan dalam dialek, atau bahasa di beberapa suku yang jika dilihat secara geograpis memiliki jarak yang sangat jauh, tapi itu bukan menjadi salah satu indikator bahwa kebutulan sama, akan tetapi mungkin saja pada masyarakat tempo doloe merupakan salah satu penjelajah yang melewati beberapa daerah di Indonesia dan akhirnya memiliki kesamaan diantara suku yang ada. Saya mengambil contoh suku toraja dengan suku dayak di Kalimantan sana, memiliki kesamaan dalam ritual memakamkan leluhur mereka yaitu dengan menyimpan jenasa di batu-batu atau di pepohonan, dan mungkin saja di beberapa suku lain melakukan hal yang sama. Ini merupakan suatu petanda bahwa suku-suku yang ada di Indonesia memeliki suku atau etnis tunggal dan sebagian diantara adalah merupakan sub etnis dari etnis tunggal tersebut. 

Sulawesi, merupakan salah satu pulau yang ada di Indonesia, memiliki etnis yang sangat banyak seperti di Sulawesi tenggara, Sulawesi selatan, sulawsi barat, Sulawesi tengah dan Maluku, sebanyak 90 lebih etnis/suku. Diantara daerah tersebut juga memiliki hubungan yang sangat kuat diantara etnis lainnya. 

Di Sulawesi, juga terdapat banyak etnis yang memiliki keterkaitan satu sama lain. Keterkaitan itu dilihat dari pengakuan beberapa etnis di Sulawesi khusunya Sulawesi selatan dan barat, bahwa yang mendiami pertama daerah Sulawesi selatan tersebut adalah “to manurung”

 “To mannurung” ini merupakan penyatuan dari beberapa etnis yang ada di sulawsi selatan yang terdapat suku bugis, Makassar, toraja, dan mandar. Dan di suku mandar juga terdapat banyak etnis seperti balanipa, pattae’, pannae, dan pattinjo kernea mandar merupakan suatu bentuk persatuan dari beberapa etnis yang ada. Kata mandar berasal dari kata sipamande’ yaitu saling memperkuat satu sama lain. Meskipun berbeda etnis, akan tetap beberapa etnis ini memiliki kesamaan budaya, bahasa, agama, dan biologis yang tidak begitu banyak perbedaannya. Hal ini juga menandakan bahwa etnis yang ada di Sulawesi selatan dan barat satu kesatuan yang memiliki etnis tunggal. 

Jadi,  bisa disimpulkan bahwa etnis pattae, apakah merupakan etnis tunggal atau hanya menjadi subetnis dari berbagai etnis di Sulawesi. Silahkan memberikan kesimpulan sendiri. Kesimpulan saya hanya bersifat sementara dan hanya menganalisi secara subjektifitas belaka, jadi kemungkinan salah, mungkin juga benar adanya.
Bagikan Ki Bro:
Post a Comment