Thursday, February 23

Jum'at Berkah Jangan Dinodai

Hari dimana saya menulis ini adalah bertepatan dengan hari jum'at, yang merupakan salah satu hari besar ummat muslim di seluruh dunia. Hari jum'at juga merupakan salah satu hari yang sakral bagi ummat muslim, tidak heran jika aksi bela islam 114 dan 212 bertepatan dengan hari jum'at. 7 juta penduduk indonesia memadati jalan ibu kota negara, memadati monomen mandala jakarta demi memenuhi nafsu serakah politik, meskipun banyak ummat muslim pada aksi itu meramaikan hanya karena ingin umat islam bersatu, bukan diplintir untuk menjatuhkan salah satu lawan politik karena alasan beda iman. tapi, tidak banyak juga yang ikut adalah bohong telah taat kepada tuhannya.


Pada kesempatan ini saya ingin membahas soal banyak nya yang mengaku islam, akan tetapi tidak menjalankan apa yang di inginkan oleh tuhannya. untuk bisa terlihat sebagai islam, maka salah satu cara adalah mengikuti shalat jum'at secara berjama'ah. Soalnya, jika tidak ikut, bisa-bisa teridentifikasi bukan islam karena tidak mengikuti ritual shalat jum'at secara berjamaah, dan hanya KTP saja tertera islam. maka dari itu, mereka berbondong-bondong ke masjid untuk menutupi kebohongannya itu. hal ini saja dengan membohongi tuhannya, mungkin mereka tidak tahu kalau tuhan itu tidak bisa di bohongi dengan stile ustast, pake peci, pake sorban, ikut shalat jum'at. sama sekali tindakan konyol dan hanya membuat perut saya mual.

Islam sebagai rahmatan lillalamin, bukan untuk main-main, Islam sebagai agama jujur, bukan untuk melacur, Islam sebagai agama tauhid, bukan mengajarkan untuk tidak solid, Islam melawan segala bentuk penghisapan dan penindasan, bukan untuk menghisapan dan penindasan manusia atas manusia lainnya. berhentilah berbohong, karena tuhan tidak akan bisa engkau bohongi. stop tipu-tipu ces.  

Belajar Selagi Muda, Berjuang Selagi Bisah
Bagikan Ki Bro:
Post a Comment