Friday, January 6

Kampus, Kos, Kampung (3K) Mahasiswa

Seseorang yang memilih keluar daerah menuntut ilmu biasanya disebut sebagai mahasiswa rantau, dan jika sudah jadi mahasiswa rantau tentunya akan memilih ngekos sebagai tempat tinggalnya. Memilih merantau menuntut ilmu biasa didasari atas kemauan sang orang tua yang menginginkan anaknya kuliah di peguruan tinggi yang jauh lebih berkualitas ketimbang kuliah di daerah sendiri.

Pada hal, tempat yang akan di tempati kuliah nanti juga belum tentu berkualitas, atau tidak lulus ujian masuk di salah satu kampus yang di idamkan, yah.., tapi namanya orang tua, kuliah di kota dengan kampus apapun itu sudah lebih baik ketimbang kuliah di kampung sendiri. ada juga karena inisiatif sendiri, entah karena teman-temannya juga kuliah di luar daerahnya, atau mengikuti sang pacar yang juga kuliah di luar daerah, atau kah karena memang di daerahnya belum ada kampus, dan macam-macam alasan lainnya. Jauh dari kampung halaman, tentunya membuat kita rindu akan suasana yang kita tinggalkan disana, dan ketikan musim libur semester telah tiba, dengan cepat bergegas untuk pulang kampung.

Pada era-era 90-an dan awal-awal tahun 2000-an kebanyakan mahasiswa memilih bertahan di tanah rantauan tempat mereka menuntuk ilmu, ketimbang harus pulang kampung, meskipun jarang mendapat kiriman bekal dari orang tua di kampung karena transportasi masih terbatas, dan telepon juga masih sangat jarang. jangan kan Hand Phone, telephone rumah saja jarang, apalagi kalo kampung kita itu pelosok, dimana telephone belum ada. yah.. terpaksa menggunakan surat. hal ini saya rasakan ketika Saya sering sekali membaca surat kakak saya yang kuliah di kota mengirim surat untuk meminta bekal ke orang tua. Nah, mahasiswa di era serba ada ini, dimana transportasi tersedia, telephone, HP android yang lebih memudahkan untuk berkomunikasi dengan orang tua dikampung, atau teman-teman di kampung. tapi, mahasiswa rantau sekarang malah lebih sering pulang kampung, bahkan ada yang hampir tiap minggu pulang kekampung, inikan pemborosan.

Era dimana penyediaan transportasi belum memadai, mahasiswa rantau memilih untuk tidak sering pulang kampung, dan lebih memilih mengisinya dengan kegiatan-kegiatan ilmiah seperti kajian, diskusi, kursus atau memilih mencari nafkah sendiri mengisi liburan kuliah. Kalo di bandingkan dengan mahasiswa rantau sekarang ini, sangat jauh berbeda. mahasiswa rantau sekarang lebih manja dan lebih goblok pikirannya, mungkin karena sudah terlalu liberal kehidupannya yah. Saya pernah mendapat mahasiswa yang paling sering pulang kampung, dia biasa sampai tiga kali dalam seminggu pulang kampung, ada juga yang ingin cepat-cepat ujian semeseter biar cepat-cepat pulang kampung, mungkin masa kecilnya belum tuntas kayaknya mahasiswa rantau seperti ini.

Memikirkan mahasiswa rantau sekarang ini yang sering pulang kampung, saya pun berfikir kenapa yah, mereka sering pulang kampung, apakah karena banyak uang nya untuk biaya transportasi, atau bagaimana? setelah saya berfikir panjang dan mempelajari nya, saya pun berkesimpulan bahwa mahasiswa rantau sekarang ini mengapa sangat sering pulang kampung, itu di karenakan beberapa alasan yang paling sering di temukan.

Pertama: mahasiswa rantau sering pulang kampung dikarenakan uang jajan untuk hidup di rantauan sudah habis, jadi memilih pulang kampung meminta duit ke orang tua kemudian berangkat lagi ke rantauan. lah, ini kan sama saja pembodohan. habis duit, pulang kampung, minta duit balik lagi. apa tidak berfikir untuk menelfon atau SMS ke orang tua atau keluarga yang ada dikampung untuk di kirimkan bekal? jaman nya sudah sangat modern tapi pikirannya masih primitif.

Kedua: libur panjang, alasan ini cukup masuk akal sih, karena libur panjang, apalagi kalo libur nya mahasiswa itu bisa sampai 3 bulan. nah, dipuas-puaskan lah ngumpul bareng sama keluarga dikampung, tetapi sampe dikampung tidur aja kerjanya, kalo saya mending cari ilmu tambahan seperti kursus, kajian-kajian untuk menambah wawasan. kan namanya juga mahasiswa, harus luas wawasannya, tapi sayang mahasiswa sekarang lebih memilih menghamburkan perasaannya denan si doi ketimbang menghabiskan waktu untuk kurus, atau kajian-kajian ilmiah.

Beberapa alasan diatas lah yang paling sering menjadi alasan ketika di tanya mengapa memilih pulang kampung. mungkin anda bisa menambahkan alasan-alasan yang lain yang sering menjadi pembenaran mahasiswa rantau ini. silahkan di share hehehe... cukup sekian dulu penjelasan subjektif saya tantang mengapa mahasiswa rantau lebih memilih pulang kampung, ketimbang mengisi waktu kosong itu dengan hal-hal yang menyangkut profesikita sebagai mahasiswa yang intelektual progresif.


Belajar Selagi Muda, Berjuang Selagi Bisah
Bagikan Ki Bro:
Post a Comment