Saturday, August 20

Kenaikan Harga Rokok untuk Pertumbuhan Ekonomi Indonesia ?


Image result for bea cukai rokok tidak naikBaru-baru ini banyak diberitakan di media online, sosmed, jika harga rokok akan naik. ada yang bilang bulan depan (september 2016), ada juga yang mengatakan tahun depan (2017), entah yang mana yang benar informasinya. Harga rokok akan di rencanakan naik dari Rp 20.000/bungkus, menjadi Rp 50.000/bungkusnya. Hal ini tentu menghebohkan para pecinta rokok yang berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar 2013, jumlah perokok sebanyak 58 juta orang lebih sebagai perokok aktif, mulai dari usia 10 tahun ke atas. dan setelah saya mendengar berita ini, saya langsung ngecek di beberapa media, baik media elektronik, maupun media online, dan benar, issu soal kenaikan harga rokok akan naik 50 ribu per bungkusnya. namun itu baru issu, dan saat ini pihak Bea Cukai lagi mengkaji issu kenaikan harga rokok, apakah menguntungkan atau tidak bagi ekonomi indonesia.


Soal issu akan dinaikkannya harga rokok tersebut, bagi saya, bukan menjadi soal, mau di naikkan atau di turunkan, itu terserah produsen rokok, pemerintah pun jika mau menaikkan pajak rokok, tak jadi masalah juga, toh akan ada pasti alternatifnya bagi perokok, hehehehe..! dengan adanya issu ini pula tentu sangat menarik untuk dibahas dalam situasi gerak ekonomi indonesia yang melemah beberapa tahun belakangan ini, hal ini terhitung pasca krisis ekonomi dunia tahun 2008, dan kini indonesia masih memutar otak, mengotak-atik kabinetnya, untuk menstabilkan ekonominya dalam cengkraman pasar bebas dunia. siapa suruh ikut pola ekonomi pasar bebas, kalo ujung2nya mengorbankan rkayat indonesia, menjual kekayaan milik 250 juta rakyat indonesia. seharusnya, jika pemerintah ini ingin membaik ekonominya, tentunya ada satu hal yang harus dilakukan, yaitu meng-nasionalisasi semua aset vital, seperti perusahaan tambang (minyak, emas, nikel, batu bara, air, dll), kalo ini semua dikuasai laju pertumbuhan ekonomi indonesia akan menjadi jawara dunia, dan menaikkan harga rokok pun tidak penting sebagai alternatif mengejar pertumbuhan ekonomi indonesia.

Menaikkan harga rokok bukan menjadi salah satu solusi mengejar pertumbuhan ekonomi negara pada situasi krisis ini, jika pun ini akan terus dilakukan oleh pemerintah, maka akan ada penurunan pendapatan negara secara signifikan. pendapatan negara pada sektor rokok, pihak bea cukai mencatat ada Rp 150 T penerimaan bea cukai rokok tahun 2015 kepada negara. alasan lain juga dengan menaikkan harga rokok tersebut, adalah dikarenakan banyaknya orang terkena penyakit berbahaya karena merokok, bahkan sampai meninggal dunia gara-gara mengkonsumsi rokok. alasan ini juga bagi tidak sama sekali tidak beralasan. sampai sekarang belum ada data valid mengenai angka pengidap penyakit berbahaya dara-gara mengkonsumsi rokok, dan sampai saat ini juga belum ada yang mati saat merokok. jika kita mau hitung-hitungan bahaya kimiawi, masih banyak yang lebih berbahaya dari pada rokok, misalnya pupuk kimia, narkoba, makanan, dan minuman instan, dan masih banyak lagi. jadi, alasan ini, bagi saya, tidak meyakinkan kevalidan datanya.

Jika target, pemerintah, dan para haters perokok, adanya kenaikan harga rokok untuk menurunkan konsumsi rokok di indonesia, sama sekali bukan strategi jitu, jika mau perokok di indonesia gak merokok lagi, sebaiknya pemerintah tutup pabrik rokok, hentikan inpor rokok. langkah itu pasti akan lebih jitu, tapi pertanyaan kemudian adalah, apakah pemerintah berani mensabotase peredaran rokok? tentu pemerintah tidak akan berani, karena ekonomi negara kita tergantung dari pajak, bukan pada sektor industri kuat. kenapa malaysia dan beberapa negara lainnya yang menaikkan harga rokoknya, itu karena industri mereka sudah kuat, beda dengan indonesia yang borjuasinya penakut dan penjilat, tahunya cuman jual aset negara.

Jadi, kesimpulan, dengan adanya issu kenaikan harga rokok, tidak akan berdampak signifikan pada kurangnya orang perokok di indonesia, bukan menjadi solusi bagi pertumbuhan ekonomi indonesia, dan akan memperpanjang antrian pengangguran. jadi, sebaiknya pemerintah kuatkan industri nasional, nasionalisasi semua perusahaan miniral, hentikan hutang luar negeri. itu saja dulu, gak usah banyak-banyak.., solusi yang saya tawarkan pun saya yakin 1000% pemerintah tak akan berani, karena pemerintah kita akan lebih mementingkan kepentingan pengusaha dari pada rakyatnya. pertumbuhan ekonomi bukan untuk kesejahtraan rakyat, namun tuk membayar bunga utang luar negeri. silahkan pikir..!


belajar selagi muda, berjuang selagi bisah
Bagikan Ki Bro:
Post a Comment