Saturday, June 28

Beda Film Buruh Bekasi Bergerak "GSBN"


ORGANISASI SERIKAT BURUH MAKASSAR MENDORONG SEKBER BURUH SEBAGAI WADAH MENUJU GERAKAN PERSATUAN BURUH


Sekitar satu minggu setelah terbentuknya Sekber Buruh Makassar kemudian mengagendakan pemutaran film “Buruh Bekasi Bergerak” sebagai langkah awal mengkampanyekan kepada seluruh serikat buruh yang ada di Makassar tentang persatuan gerakan buruh. Film documenter Buruh bekasi bergerak yang berdurasi 00:35:05 menit menjadi percontohan dari gerakan buruh yang ada dimakassar seperti gabungan serikat buruh nusantara (GSBN) yang telah menyatakan sikap dan berkomitment untuk membesarkan sekber buruh di Makassar. Dalam diskusi film buruh bekasi bergerak pada hari selala taggal 27 Mei 2014 di secretariat GSBN yang dihadiri juga oleh element gerakan lainnya seperti organisasi gerakan mahasiswa: Pembebasan, SMI, Komunal, dan FMD-SGMK.

Dalam diskusi tersebut yang dihadiri sekitar 30 orang lebih dari berbagai elemen gerakan yang ada di Makassar, ada beberapa point yang bisa menjadi kesimpulan, yaitu; persatuan gerakan buruh dimakassar. askin sebagai ketua dari gabungan serikat buruh nusantara (GSBN) menyatakan bahwa dengan adanya film documenter bekasi bergerak, mudah-mudahan buruh yang ada dimakassar mampu melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan oleh kawan-kawan buruh yang ada di bekasi khusunya, dan yang menarik dalam film tersebut adalah persatuan dan solidaritas yang tinggi terhadap serikat-serikat buruh terhadap serikat buruh lainnya yang secara platform politik organisasi berbeda namun mampu melakukan kerja-kerja kolektif seperti advokasi bersama, dan grebek pabrik secara bersama-sama.

Ketua kota makassar GSBN kawan gerson minggu mengatakan hal yang sama, bahwa dengan adanya praktek kerja sama-sama yang dilakukakan kaum buruh bekasi yang tidak menonjolkan ke-egoisan organisasi serikat buruh, mampu melakukan perlawanan terhadap pihak pengusaha yang memang akan selalu semenah-menah melakukan pelanggaran terhadap hak-hak buruh, ini yang menjadi pelajaran juga bagi kita yang ada dimakassar maupun yang diluar dari Makassar, yang salama ini terkotak-kotakkan, tidak satu perjuangan, tidak satu dalam barisan perlawanan, seperti yang terjadi pada peringatan hari buru internasional (may day) kaum buruh di Makassar tidak ada persatuan, ada yang mengikuti program elit yaitu gerak jalan santai yang di danai oleh APINDO, dan ada yang aksi peringatan may day dijalan dan di kawasan industry. Saya melihat bahwa gerakan buruh di Makassar telah di pecah belah oleh elit borjuasi dan komplik elit serikat buruh yang masih menjunjung tinggi egonya, nah, dengan terbentuknya sekber buruh Makassar mudah-mudahan mampu meminimalisir ke-egoisan masing-masing organisasi serikat buruh khsusnya di Makassar dan mendorong persatuan minimal persatuan dalam kerja-kerja advokasi persoalan buruh sampai pada persatuan politik gerakan buruh.

dari sekian tanggapan mengenai film buruh bekasi bergerak, ada juga yang harus diperhatikan dalam gerakan buruh khususnya di Makassar seperti yang dikatakan oleh kawan Bunga Rosi yang sekarang menjabat sebagai sekretaris GSBN bahwa, sangat tepat jika kita mendorong persatuan gerakan buruh khsusunya di Makassar, tetapi ada juga yang harus diperhatikan bahwa tidak semua serikat buruh yang ada ingin membangun persatuan khusunya kerja sama-sama. mugkin saja akan mudah bergabung dalam sekber buruh tetapi tidak mudah mendisplinkan organisasi serikat buruh yang hanya mendorong kepentingan federasi serikat buruhnya saja, ini yang menjadi kerja-kerja berat dalam mendorong persatuan gerakan buruh khususnya di Makassar, kita bisa mengatakan bahwa mendisplinkan organisasi serikat buruh dalam membangun persatuan itu sangat sulit namun bukan berarti tidak bisa, selama kita bersatu dalam memperjuangkan kaum buruh saya kira tidak ada yang mustahil untuk kita lakukan, kita satu masalah seperti system kerja kontrak, upah rendah, PHK semenah oleh pihak pengusaha jadi, tidak ada alasan untuk tidak bersatu.

Dalam pemutaran film dan diskusi tentang persatuan gerakan buruh Makassar tidak terlepas juga tanggapan dari kawan-kawan dari orgnisasi mahasiswa bahwa gerakan mahasiswa telah mengalami kemunduran dan hanya gerakan buruhlah yang tetap dan mampu bergerak dan memang gerakan buruh-lah soko guru perubahan menuju system yang memanusiakan manusia, dan toh.., mahasiswa tidak terlepas dari gerakan buruh, karena mahasiswa yang orang tuanya bukan dari kalangan konlomerat, pengusaha, pejabat pemerintah nantinya akan menjadi buruh, jadi tidak ada alasan juga bagi gerakan mahasiswa mendukung gerakan-gerakan buruh untuk memperbaiki kehidupannya.

Diskusi selama kurang lebih 3 jam lamanya akhirnya ditutup dengan semangat persatuan dan akan mengandekan pemutaran film dan diskusi selanjutnya dengan mengundang lebih luas lagi organisasi-organisasi serikat buruh di Makassar dan akan mengadakan pendidikan untuk memajukan kesadaran politik kaum buruh. Diskusi ditutup. Kaum seduania bersatulah!

belajar selagi muda, berjuang selagi bisah
Bagikan Ki Bro:
Post a Comment